Jum'at, 15 Mei 2009 , 16:48:00
JAKARTA, (PRLM).- Angka Partisiapasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2008 baru mencapai 50,03 persen dari 29,8 juta anak usia 0 s.d. 6 tahun. Oleh karena itu, perluasan akses menjadi prioritas program.
“Masih rendahnya APK PAUD antara lain disebabkan masih rendahnya tingkat pemahaman orang tua/masyarakat akan pentingnya PAUD yang juga berakibat pada masih rendahnya satuan PAUD yang ada,” ujar Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad di Gerai Informasi dan Media (GIM) Depdiknas, Jakarta, Jumat (15/5).
Keterangan pers digelar berkaitan dengan rencana sosialisasi program PAUD melalui lomba jurnalistik PAUD, lomba lembaga PAUD berprestasi, dan pemilihan mitra PAUD berprestasi. Turut hadir Sekretaris Ditjen PNFI Depdiknas Gutama dan Direktur PAUD Ditjen PNFI Depdiknas Sudjarwo Singowidjojo.
Dijelaskan Hamid, untuk tahun 2009 ini sasaran untuk perintisan PAUD di daerah di 53 kabupaten dari 21 provinsi dengan target sebanyak 783.000 anak. “Target APK PAUD akhir tahun ini adalah 53,9 persen, baik formal maupun non frormal, baik yang dikelola oleh Depdiknas maupun oleh Depag,” katanya.
Hamid mengingatkan, yang paling menjadi tantangan adalah target tahun 2010-2014, karena pada akhir tahun 2014 targetnya dipatok sekitar 72 persen. “Karena tahun 2015 APK PAUD ini harus sudah mencapai 75 persen. Ini adalah target Millenium Development Goals (MDGs) yang juga merupakan target Education for All (EFA),” katanya.
Sementara itu Direktur PAUD Ditjen PNFI Depdiknas, Sudjarwo Singowidjojo mengatakan, hingga sekarang ini jumlah lembaga pendidikan anak usia dini mencapai 182.201 lembaga, termasuk antara lain Taman Kanak-Kanak (TK), Raudlatul Athfal (RA), Penitipan Anak (PA) dan Kelompok Bermain (KB). (A-94/A-147)***
Senin, 18 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar