KABARPendidikan agama perlu diberikan sejak dini untuk meredam potensi konflik.GRESIK--Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (PAI), Departemen Agama RI, merasa pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah belum optimal. Hal itu diungkapkan oleh Direktur PAI, Imam Toha, saat memantau pelaksanaan Ujian Sekolah Standar Nasional Pendidikan Agama Islam (USSN-PAI) di Kabupaten Gresik, Jumat (1/5).Menurut Imam Toha, belum optimalnya pendidikan Islam itu mengakibatkan rendahnya kualitas moral para siswa. Hal ini terbukti dengan masih maraknya kasus kriminalitas yang melibatkan pelajar, seperti penggunaan narkoba, seks bebas yang menyebabkan pelajar hamil di usia dini, dan kekerasan di kalangan pelajar.''Inilah yang menjadi tantangan para penyelenggara pendidikan untuk meningkatkan kembali budaya keagamaan di masing-masing sekolah. Budaya keagamaan itu salah satunya diwujudkan dengan memasukkan mata pelajaran agama dalam Ujian Nasional,'' ujar Toha sebagaimana dilaporkan LKBN Antara.Apalagi, selama ini, lanjutnya, siswa masih terfokus pada mata pelajaran umum sehingga mata pelajaran agama dikesampingkan. Akibatnya, pelajar kurang serius dalam merespons pendidikan agama.Pelaksanaan uji coba USSN PAI ini muncul atas rekomendasi Komisi VIII DPR RI yang didesak oleh sejumlah kabupaten yang menginginkan pendidikan Agama Islam diujikan dalam UN sebagai prasyarat kelulusan.Tahun ini, sedikitnya 47 kabupaten telah menerapkan pelaksanaan ujian USSN PAI, salah satunya adalah Kabupaten Gresik. ''Dengan pelaksanaan USSN PAI ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah,'' ujarnya.Toha menambahkan, terobosan berikutnya yang akan dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam adalah penerapan budaya religi dengan mengembangkan sarana prasarana berupa pendirian perpustakaan yang berisi buku-buku agama di sekolah-sekolah.Sayangnya, pemerintah pusat belum memiliki anggaran khusus untuk pelaksanaan penerapan budaya religi tersebut. Sehingga, persiapan sarana dan prasarananya masih diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing penyelenggara pendidikan di kabupaten.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Chusaini Mustaz, mengatakan, sejumlah sekolah di Gresik telah melengkapi beberapa fasilitas keagamaannya. Namun, untuk pendirian perpustakaan agama, pihaknya akan segera memberi usulan kepada bupati Gresik. Pelaksanaan USSN PAI di Gresik diikuti sebanyak 17.133 siswa yang terdiri atas 9916 siswa SMP dan 7217 siswa MTS.Kualitas pendidikanDi Madura, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pamekasan, mendorong...
KABARPendidikan agama perlu diberikan sejak dini untuk meredam potensi konflik.GRESIK--Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (PAI), Departemen Agama RI, merasa pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah belum optimal. Hal itu diungkapkan oleh Direktur PAI, Imam Toha, saat memantau pelaksanaan Ujian Sekolah Standar Nasional Pendidikan Agama Islam (USSN-PAI) di Kabupaten Gresik, Jumat (1/5).Menurut Imam Toha, belum optimalnya pendidikan Islam itu mengakibatkan rendahnya kualitas moral para siswa. Hal ini terbukti dengan masih maraknya kasus kriminalitas yang melibatkan pelajar, seperti penggunaan narkoba, seks bebas yang menyebabkan pelajar hamil di usia dini, dan kekerasan di kalangan pelajar.''Inilah yang menjadi tantangan para penyelenggara pendidikan untuk meningkatkan kembali budaya keagamaan di masing-masing sekolah. Budaya keagamaan itu salah satunya diwujudkan dengan memasukkan mata pelajaran agama dalam Ujian Nasional,'' ujar Toha sebagaimana dilaporkan LKBN Antara.Apalagi, selama ini, lanjutnya, siswa masih terfokus pada mata pelajaran umum sehingga mata pelajaran agama dikesampingkan. Akibatnya, pelajar kurang serius dalam merespons pendidikan agama.Pelaksanaan uji coba USSN PAI ini muncul atas rekomendasi Komisi VIII DPR RI yang didesak oleh sejumlah kabupaten yang menginginkan pendidikan Agama Islam diujikan dalam UN sebagai prasyarat kelulusan.Tahun ini, sedikitnya 47 kabupaten telah menerapkan pelaksanaan ujian USSN PAI, salah satunya adalah Kabupaten Gresik. ''Dengan pelaksanaan USSN PAI ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah,'' ujarnya.Toha menambahkan, terobosan berikutnya yang akan dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam adalah penerapan budaya religi dengan mengembangkan sarana prasarana berupa pendirian perpustakaan yang berisi buku-buku agama di sekolah-sekolah.Sayangnya, pemerintah pusat belum memiliki anggaran khusus untuk pelaksanaan penerapan budaya religi tersebut. Sehingga, persiapan sarana dan prasarananya masih diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing penyelenggara pendidikan di kabupaten.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Chusaini Mustaz, mengatakan, sejumlah sekolah di Gresik telah melengkapi beberapa fasilitas keagamaannya. Namun, untuk pendirian perpustakaan agama, pihaknya akan segera memberi usulan kepada bupati Gresik. Pelaksanaan USSN PAI di Gresik diikuti sebanyak 17.133 siswa yang terdiri atas 9916 siswa SMP dan 7217 siswa MTS.Kualitas pendidikanDi Madura, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pamekasan, mendorong...
Jumat, 22 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar