Kamis, 14 Mei 2009

Beberapa Kepala Sekolah Optimis Anak Didik Mereka Lulus UASBN

Ditulis oleh Adib Minnanurrachim, tanggal 12-05-2009
Dirjen Mandikdasmen Berdialog dengan Kepala Sekolah SDN Gunung 01, 02, 03 dan 04

Jakarta (Mandikdasmen): Beberapa kepala sekolah yang menerima inspeksi mendadak (sidak) Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen), Prof. Suyanto, Ph. D., mengaku optimis anak didik mereka bisa lulus Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). (Selasa, 12 Mei 2009).

Hal tersebut seperti diutarakan Hasnelly dan Sri Wahyuni, kepala sekolah SDN Meksiko dan Kepala Sekolah SDN Gunung 02. Menurut Hasnelly, lewat persiapan matang yang dilakukan SDN Meksiko, ia yakin anak didiknya bisa lulus UASBN.

“Ada beberapa persiapan yang kami lakukan, seperti administrasi, fisik, mental, intelektual dan bahkan spiritual,” kata Hasnelly.

Persiapan spiritual yang dimaksud Hasnelly adalah perenungan bersama yang dipimpin oleh KH Syarif Hidayah, atau yang biasa disebut Kiai Jenggot Naga. “Lewat perenungan ini, jiwa anak-anak bisa lebih tenang saat mengikuti UASBN,” lanjutnya.

Sementara Sri Wahyuni mengatakan bahwa seiring kriteria kelulusan UASBN sekarang ditentukan sekolah, ia optimis anak didiknya lulus semua.

Pernyataan Sri Wahyuni tersebut berangkat dari Pasal 12 Permendiknas No 82 Tahun 2008 tentang UASBN untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009, bahwa kriteria kelulusan UASBN tahun pelajaran 2008/2009 ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN.

Berangkat dari Permendiknas tersebut, Sri Wahyuni beserta guru-gurunya menetapkan bahwa stndar minimal kelulusan UASBN di sekolah SDN Gunung 02 adalah sebagai berikut; Matematika 2, Bahasa Indonesia 2,5 dan IPA 2,5. “Batas minimal kelulusan itu kita ambil dari nilai terendah milik anak didik kami,” kata Sri Wahyuni.

Masih menurut Sri Wahyuni, batas minimal SDN Gunung 02 berbeda dengan SDN Gunung 01, 03 dan 04. “Meski berada dalam satu lingkungan, masing-masing standar kelulusannya berbeda,” katanya.*

Tidak ada komentar: